Pages

Selasa, 03 April 2012

MISTERI DI CANDI PENATARAN (PART 1)

Masih tentang misteri-misteri yang belum terungkap di negeri ini, Candi Penataran di terletak di lereng barat daya Gunung Kelud, tepatnya di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Blitar, Jawa Timur; pada ketinggian 450 meter di atas permukaan air laut.

 
Di areal candi ini terdapat banyak relief yang meyimpan misteri bagi yang jeli mencermatinya. Sangat banyak relief yang menunjukkan bangsa asing yang pernah kita kenal. Sosok-sosok tersebut selalu digambarkan sebagai sosok yang seolah-olah takluk kepada yang berkuasa di Candi Penataran. Sayang sebagian relief sudah rusak, namun untungnya beberapa bagian masih dapat dikenali.


Beberapa relief di Candi Penataran yang menunjukkan bangsa asing yang pernah kita kenali :
Pada relief ini terlihat ada tiga orang di belakang orang yang sedang duduk, dan di depannya ada dua orang yang sedang menyembah. Kalau diperhatikan dengan jeli, orang yang paling kiri seperti orang yang berpakaian dari suku bangsa Han [China], lalu di depannya mirip orang yang tergambar di Angkor Vat [Bangsa Campa], dan di depannya lagi mirip orang dari Maya, Inca atau Copan yang berasal dari Amerika Latin. Sedangkan salah satu yang berjongkok di depan [paling kanan] terlihat orang yang bertutup kepala seperti orang Yahudi. Dari gambar ini bisa diperkirakan yang disembah adalah yang duduk dan tiga orang yang berdiri di belakang yang duduk adalah pengawalnya.


Pada relief di atas terlihat ada tiga orang yang bukan berpakaian ala kerajaan kita, posisi mereka menyembah dan duduk di bawah, sepintas dari cara berpakaiannya mirip orang Mesir.  

Jadi siapakah mereka dan sedang apa di sana ? 

Setelah dicermati dengan lebih jeli, relief tersebut diperkirakan adalah gambaran dari tiga orang wanita. Perkiraan tentang mereka adalah karena wanita dalam relief tersebut tidak berjanggut.
Kalau dianggap wanita Jepang ataupun Korea ada ketidaksamaan yang terletak di model tutup rambut dan apabila dikatakan mirip sorban dari India, maka biasanya yang menggunakan adalah laki-laki yang selalu digambarkan berjenggot.



Dari ketiga gambar di atas hampir mirip dengan relief-relief yang ada di candi Penataran. Jadi dapat diperkirakan yang ada di relief itu adalah sosok wanita Mesir.

Pada gambar di samping terlihat
relief seorang putri yang sedang
disembah atau mungkin sedang
dilayani. Di latar belakang sosok
putri tersebut terdapat raut wajah
yang agak rusak namun dari tutup
kepalanya seperti tutup kepala
orang Romawi.
Ada yang mengira itu adalah
pohon palem, namun tidak ada
pohon palem yang bentuknya
melengkung seperti itu.
Juga bukan merupakan ornamen
atau hiasan karena tidak ada
ornamen pendukung yang dapat
mendefinisikan itu apa.


Namun bila diperhatikan seperti seorang prajurit Romawi yang sedang mengawal seorang putri dengan rambutnya yang agak bergelombang yang merupakan ciri khas dari putri-putri di Romawi.

 
Gambar diatas menunjukkan beberapa model rambut Romawi yang dapat kita temukan di relief di candi Penataran, terutama di urutan ke-3 dari kiri.

Masalahnya, kenapa dalam sejarah nasional tidak ada penjelasan seberapa luas
Negara kita dahulu ?

Semoga para arkeolog Indonesia pada khususnya dan seluruh dunia pada umumnya bisa segera mengungkap apa yang tersembunyi dibalik peninggalan-peninggalan sejarah di Indonesia, postingan kali ini masih akan berlanjut, semoga bisa menambah pengetahuan dan membawa manfaat bagi kita semua.

*sumber: Misteri di Candi Cetho Dan Penataran oleh Agung Bimo Sutejo dan Timmy Hartadi

»»  Lanjutkan...!!!

Kamis, 29 Maret 2012

Candi Sukuh, Masih Tentang Cetho.


Assalamu'alaikum Sobat, pagi ini saya mau lanjutin posting sebelumnya tentang misteri di Candi Cetho, masih berlokasi tidak jauh dari Candi Cetho, sama-sama terletak di lereng Gunung Lawu, tepatnya pada ketinggian 1186 m diatas permukaan laut, berada di Dusun Berjo, Desa Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten
Karanganyar, Jawa Tengah.


 
Candi Sukuh sebuah candi dengan bangunan yang unik, karena terdapat kesamaan bentuk
dengan bangunan-bangunan yang ada di Saqqara Mesir, Chichen Itza dan Tenochticlan di
Mexico, serta Copan di Honduras. Seru kan? hehehe....




 
Pada kawasan Candi Sukuh terdapat beberapa patung berbadan manusia tapi bersayap seperti burung, sayang kepalanya telah hilang. (jad ingat sama horus.. hiiiiiii)
Namun pada bagian belakang kawasan Candi Sukuh masih dapat ditemukan beberapa patung sosok manusia bersayap yang masih utuh, dan ternyata kepalanya berbentuk hewan, tuh kan, jadi semakin menginatkan pada cerita tentang horus dari bangsa Yahudi. Kesamaan bentuk sosok manusia berkepala hewan memang sangat mirip dengan
patung yang berasal dari bangsa Maya, literasi kuno pada bangsa Yahudi, serta relief dan patung pada bangsa Sumeria, Babylonia dan Assyrian.

Gambar atas kanan adalah patung dari suku Maya, sedang gambar dikirinya nya adalah
literasi kuno “The Famous Bird-head Haggadah” dari bangsa Yahudi.








Gambar relief disamping ini adalah Sosok manusia berkepala hewan dan bersayap yang sering disebut
Anunnaki pada relief di Sumeria yang ternyata memakai perhiasan berupa gelang yang mirip dengan jam tangan, sama dengan yang dipakai oleh para
bangsawan dan ksatria mereka








Perhatikan juga kemiripan manusia berkepala hewan pada gambar-gambar di bawah ini :


Gambar di samping kiri
adalah patung sosok
Pazuzu yang terbuat dari
batu hitam yang berasal
dari Babylonia.
Gambar di samping
kanan adalah patung
yang berasal dari
peradaban Assyrian,
begitu juga gambar di
bawah adalah lempengan
perunggu berlapis emas
yang juga berasal dari
Assyrian.



 
Hubungan apakah di masa lalu antara leluhur bangsa kita dengan bangsa Maya,
bangsa Sumeria, Babylonia, Assyrian dan spesies manusia berkepala hewan ?

Sampai saat ini, mungkin semua itu masih menjadi pertanyaan besar bagi para arkeolog Indonesia pada khususnya, dan juga arkeolog dunia pada umumnya. semua peninggalan sejarah di Indonesia, selalu penuh dengan misteri, saat semakin digalinya informasi tentang peninggalan sejarah tersebut, saat itu pula bermunculan pertanyaan-pertanyaan besar yang seolah berhubungan dengan peradaban bangsa-bangsa barat.

semoga artikel ini dapat menghibur sobat semua dan membawa manfaat bagi kita semua. waasalamu'alaikum

*sumber: Misteri Candi Cetho oleh Agung Bimo Sutejo dan Timmy Hartadi

»»  Lanjutkan...!!!

Rabu, 28 Maret 2012

Misteri Candi Cetho

Assalmu'alaikum Sobat, selamat sore menjelang malam. kali ini Saya mau posting sesuatu yang mungkin tidak pernah terlintas di pikiran kita. Banyak bukti sejarah menyatakan bahwa peradaban kita pada jaman dahulu jaman nenek moyang kita, berkemungkinan jauh lebih maju dari pada apa yang banyak orang ketahui. Salah satu yang mungkin bisa dijadikan bukti adalah dengan adanya Candi Cetho. yups... kita lanjutkan......


Candi Cetho terletak di lereng Gunung Lawu, berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada ketinggian 1400 m di atas permukaan laut.


Dilihat dari bentuknya, Candi Cetho tidak seperti candi-candi lain yang ada di Indonesia, tapi
justru mirip dengan candi-candi yang ada di peradaban bangsa Inca, Maya di Amerika Latin. Beberapa arkeolog Indonesia mengatakan bahwa Candi Cetho dibuat pada Jaman Majapahit, tepatnya pada saat pemerintahan Prabu Brawijaya ke V. Jika memang demikian maka ada banyak keganjilan yang patut dipertanyakan. Antara lain, batu candi yang terbuat dari batu kali, padahal pada era Majapahit, batu candi dibuat dari batu bata merah. 
Kemudian, dilihat dari bentuk relief di Candi Cetho, tingkat presisi dan kerapian pemahatannya masih sangat sederhana. Tidak seperti di era Majapahit yang jauh lebih detail menggambarkan figur-figur patung ataupun relief. Hal ini mengindikasikan usia Candi Cetho yang lebih tua dari era Majapahit.

Demikian juga patung-patung yang ada di Candi Cetho banyak menunjukkan hal-hal yang jauh
lebih tua dari jaman Majapahit. Ada beberapa patung yang tidak menggambarkan orang Jawa
yang ada pada masa itu, patung tersebut justru lebih mirip dengan sosok orang Sumeria.
Padahal kebudayaan Sumeria dikatakan sebagai kebudayaan tertua di dunia.

 
Dari sisi wajah dan potongan rambut tidak menunjukkan orang Jawa tetapi justru memiliki
kesamaan dengan orang Sumeria, Viking, Romawi, atau Yunani. Namun dari sisi pembentukan mata sangat identik dengan patung Sumeria.


Dari wajah dan cara berpakaian serta perhiasan yang dikenakan bukan ciri khas Jawa
melainkan ciri khas Sumeria, tetapi mengapa dipatungkan seperti orang yang takluk dan
dengan wajah ketakutan ?

 
Bila diperhatikan dari sisi perhiasan, untuk telinga biasanya orang Jawa menggunakan
Sumping, sedangkan pada patung ini hanya menggunakan anting-anting. Pada lengan tangan
biasanya menggunakan kelat bahu dan pada patung ini tidak, juga pergelangan tangan orang
Jawa biasanya memakai gelang keroncong, tetapi pada patung ini terlihat menggunakan
gelang yang sangat mirip dengan jam tangan, gelang sejenis ini merupakan gelang ciri khas dari daerah Sumeria.


 
Pada gambar di samping merupakan gambar
dari orang Sumeria yang bisa di ambil dari
internet. Dalam gambar tersebut terlihat bahwa
bentuk perhiasan mirip seperti yang terlihat di
patung yang ada di Candi Cetho.
Kebiasaan di Sumeria, perhiasan berupa gelang
menyerupai jam tangan yang hanya digunakan
oleh mereka yang dari kalangan bangsawan dan
ksatria.
Begitu juga dengan bentuk mahkota rambut dan
jenggot yang mirip, dari sisi cara berpakaian
agak lain dengan yang di gambar ini. Bentuk
mata sangat mirip, karena digambarkan mata
yang besar dan lebar.


Bila kita perhatikan lebih jauh, mengapa ada patung yang pada dasarnya sangat mirip dengan
orang Sumeria yang ada di Candi Cetho. Sedangkan orang Sumeria yang menggunakan
pakaian seperti itu menurut literatur ada di jaman 3000 - 4000 tahun sebelum Masehi. Kalau
mereka dikatakan manusia pertama yang mempunyai peradaban dan tata sosial yang sudah
bagus, mengapa mereka menyembah dan kelihatan takluk di Candi Cetho ?.

Jadi apakah bangsa kita tidak ada peradaban pada waktu itu ataukah peradaban kita
sudah lebih maju dari mereka ?
 
Selain kaitannya dengan orang Sumeria, pada relief di Candi Cetho tergambar sosok prajurit
Jawa di mana gambar tersebut juga terdapat di relief yang ada di Candi Sukuh dan di
Villahermosa, Mexico.

Sekali lagi kita perhatikan, patung yang patut diduga adalah sosok dari orang Sumeria yang
berada di Candi Cetho dengan sebuah relief yang berada di Monte Alban, Qaxaca, Mexico yang menunjukkan sebuah kemiripan.

Pada kedua gambar di atas, sama-sama tergambar sosok yang sedang dalam ketakutan, takluk dan menyembah atau menghormati.
Adakah hubungan peradaban bangsa kita dengan peradaban bangsa Maya Inca di
Amerika Latin dalam menghadapi bangsa Sumeria ?

Yups.. ternyata begitu banyak misteri yang tersimpan tentang peradaban akan nenek moyang kita, tidak hanya dari segi budaya, dari bidang arsitektur pun nenek moyang kita tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di eropa, maka sepatutnya kita bangga dan menjadi pelajaran buat kita, jangan sampai kita kalah dengan nenek moyang kita, yang notabene, hidup dijaman yang teknologinya masih minim tapi mereka mampu menciptakan karya-karya besar untuk perkembangan di masa mendatang.
semoga bermanfaat, wassalamu'alaikum.

*sumber: Misteri Candi Cetho oleh Agung Bimo Sutejo dan Timmy Hartadi
»»  Lanjutkan...!!!

Senin, 26 Maret 2012

Sumpah Palapa

Assalamu'alaikum sobat, dalam hidup kita memang harus mempunyai tekad yang kuat, apalagi didalam era seperti ini, dimana hampir semua-mua hal tidak mudah didapatkan. Dari A sampai Z, sangat jarang kita temui sesuatu yang gratis, sampai-sampai, saya pernah dengar celetukan "jangankan ambil air Mas, wong buang air saja sekarang kudu mbayar kok". hahahaha.... Bener juga yah kata-kata itu.

Kembali ke masalah tekad, masih ingat tentang Gajah Mada dengan sumpah palapa nya?, yups, mungkin saja cerita nenek moyang kita yang satu ini, eits, "kakek moyang" mungkin tepatnya,hehehe.. bisa menjadi satu motivasi untuk kita menjadi manusia yang bertekad kuat. amin hehehe...
Entah, ilham dari mana yang merasuki jiwa dan pikiran Gajah Mada, hingga Ia begitu terobsesi mempersatukan pulau dan wilayah yang begitu banyaknya dalam satu Nusantara dibawah panji-panji majapahit.
entah, keteguhan macam apa yang dia miliki, hingga Ia berani tanpa keraguan sedikitpun bersumpah meninggalkan semua kesenangan hidup sampai sumpahnya terwujud dalam kebesaran majapahit.

Bahkan Indonesia berutang pada Gajah Mada dengan sumpahnya hingga Indonesia mewarisi kekuasaan wilayah yang begitu luas dengan untaian Zamrud Khatulistiwanya. semua ini tidak lepas dari besarnya tekad Gajah Mada yang walaupun bagi Gajah Mada sendiri, belum bisa dikatakan berhasil, tapi dia telah mampu menyatukan jajaran pulau2 yang begitu luasnya dalam wilayah kesatuan Majapahit, yang kini kini kita kenal sebagai negara "INDONESIA"

Sumpah palapa begitu magis dan menegangkan, betapa tidak, setelah ditelisik perjalanan hidupnya, Mahapatih Amangku Bumi Gajah Mada ini, bukanlah siapa-siapa. mengawali perjalanan karirnya dari tataran yang paling bawah.Loyalitas, dan totalitas pengabdian pada negara yang bermuara pada keberaniannya mengucap sumpah sekaligus mengejawantahkan sebuah gagasan yang cerdas, progresif dan revolusioner, mengantarkannya pada puncak kesuksesan.

Pastinya sobat sekalian penasaran dengan cerita Sumpah Palapa yang bahkan bukan hanya orang-orang Indonesia sendiri yang mengetahuinya, beberapa sumber mengatakan Filipina, Malaysia, Brunei bahkan sampai ke Thailand pernah mendengar dan bahkan mengetahui cerita ini. Asal sobat ketahui, negara-negara tersebut, dahulu berada dalam wilayah kekuasaan Majapait. yups... menegangkan bukan? jika Sobat ingin mengetahui cerita seru ini, lanjutan dari posting sebelumnya, langsung saja silahkan klik disini untuk mendownloadnya. untuk pass file nya masih tetap sama  nama blog ini tanpa "http://".
buku karangan Langit Khresna Hariadi ini saya jamin akan membawa Sobat sekalian didalam "Hamukti Palapa" hehehehe... puedhe.
semoga bermanfaat, wassalamu'alaikum.
»»  Lanjutkan...!!!

Minggu, 25 Maret 2012

What Do You Know About INDONESIA

Assalamualaikum my friend, how are you? I think it's fine.
INDONESIA ..??? Yups ... That's our country where we stand. but do we know about what's in Indonesia....????? yeeaahh...I think you all already know.. hehehe..
In this post, I want a little share to you all about what's in Indonesia, about what is unique in Indonesia, about what's in Indonesia have. Although, maybe you've ever read or even see their own, but I think there is no harm in it if I share one more .. hehehehe, 

Okay, let's get started
  • Most intense volcanic eruption in the world. Mount Tambora in Sumbawa erupted April 1815 when it erupted in the scale of seven on the Volcanic Explosivity Index. The eruption the largest eruption since the Lake Taupo eruption in the year 181. The eruption was heard until Sumatra Island (more than 2,000 miles). Volcanic ash fall in Kalimantan, Sulawesi, Java and Maluku. The eruption resulted in the death up to 71000 peoples with 11000-12000  people  of whom were killed directly as a result of the eruption. Even some researchers estimate up to 92,000 people were killed, but the figure is questionable because based on the above estimates are too high.More than that, the eruptions caused global climate changes. One year later (1816) is often referred to as the year without a summer because of the drastic change of the weather of North America and Europe because of the dust resulting from the eruption of Tambora. Due to drastic climate change is a lot of crop failure and livestock deaths in the Northern Hemisphere which led to the worst famine in the 19th century.
  • Indonesia has more than 400 volcanoes and 130 of which include active volcanoes. Much of the volcano is located on the sea bed and not visible from the sea surface. Indonesia is the meeting place of two series of active volcanoes (Ring of Fire). There are dozens of active faults in the region of Indonesia.
  • Indonesia is the world's largest archipelagic country consisting of 17 504 islands (including 9634 islands yet to be named and 6,000 uninhabited islands). Here are three of the six largest island in the world, namely: Borneo (the third largest island in the world with 539 460 km2 area), Gauteng (473 606 km2) and Papua (421 981 km2).
  • Indonesia is the world's largest maritime country with a water area of ​​93 thousand km2 and the length of beach about 81 thousand km2, or almost 25% of the length of the beach in the world.  
  • Java is the most populous island in the world where nearly 60% of Indonesia's population (about 130 jt people) live on the island which covers only 7% of the entire territory of Indonesia.
  • Bungin island of Sumbawa in West Nusa Tenggara District Alas, a small artificial island in the world most populous island of Java with a density exceeding the density of 36 000 people per km2 while the density of the island of Java is only about 813 people per km2 so, Bungin island density equal to 44 times the density of the island of Java. The island is only 8 hectares area has a population of 2,800 people.
  • Indonesia is a country with the largest ethnic in the world. There are over 740 tribes / ethnic , where in Papua alone there were 270 ethnic.  
  • Countries with the largest regional languages​​, there are 583 languages ​​and dialects of the 67 main languages ​​used by various tribes in Indonesia. National language is Indonesian, although the local language with the largest number of users in Indonesia is the Javanese.
  • Indonesia is the largest Muslim country in the world. The number of Muslims in Indonesia about 216 million people or 88% of the population of Indonesia. Also has the largest number of mosques and the largest  hajj pilgrims in the world. 
  • The world's largest Buddhist monument is the temple of Borobudur in Central Java with a height of 42 meters (10 levels) and the length of relief more than 1 km. Estimated to be over 40 years by Syailendra dynasty in the ancient Mataram kingdom (in  750-850).
  • Where the discovery of the world's oldest hominid, namely: Pithecanthropus Erectus "is thought to originate from 1.8 million years ago.
  • Republic of Indonesia is the first country  that was born after the end of World War II in 1945. Republic of Indonesia is the 70 oldest countries in the world.  
  • Indonesia is a producer of liquefied natural gas (LNG) in the world (20% of world supply) is also the second largest tin producer.
  • Indonesia is the first country (so far the only one) that ever came out of the United Nations (UN) on the date January 7, 1965. Republic of Indonesia rejoin the United Nations in 1966.
  • Indonesia was ranked first in agricultural products, there are: the clove and nutmeg, and no.2 in natural rubber and crude palm oil.
  • Indonesia is the largest exporter of plywood, which is about 80% in world market 
  • Indonesia Coral Reef is the largest (18% of world total). 
  • Indonesia has the world's largest species of shark around 150 species. 
  • the world's largest orchid biodiversity: six thousand species of orchids, ranging from the largest (or Grammatophyllum speciosum Tiger Orchid) to the smallest (Taeniophyllum, that no leaves), including the rare Black Orchid and found only in Papua.
  • Has the world's largest mangrove forest. This herb is useful to prevent abrasion.
  • Komodo dragons left only on the island of NTT which is the world's largest lizard species with an average body length reaches up to 3.13 meters and weighing up to 165 kg
    Rafflesia Arnoldi is grown in Sumatra is the world's largest flower. When the flowers bloom, reaching 1 meter in diameter.  
  • Has the world's smallest primates, Pygmy Tarsier (Tarsius pumilus) or also known as the Mountain Tarsier only 10 cm in length. These animals like monkeys and live in the tree, can only be found in Sulawesi.  
  • The world's smallest fish found recently in the muddy swamps of Sumatra. 7.9 mm long as adults, or about the size of mosquitoes. Fish body is transparent and does not have the bones of the head  
  • The world's best spa in Bali, Best SPA awards obtained from the European magazine Senses. Sixty thousand readers of the magazine, said Bali as the world's best spa destination in 2009  
  • Since 2006 Indonesia has been the biggest palm oil producer in the world with production in 2006 could reach 16 million tons per year. Together with Malaysia, Indonesia controlled almost 90% of world palm oil production.  
  • Lampung pineapple exports in 2008 was ranked the second largest in the world  
  • Pekalongan Batik Lovers Circle awarded the Guinness World Records in 2005 after a successful batik fabric along the 1,200 square meters (equivalent to 12 916 feet) by 1,000 people in one day  
  • Indonesia as a country with the highest growth of facebook users in Southeast Asia. In 2008, Facebook users in Indonesia grew 645 percent and beat China, India, Malaysia, Thailand, and Singapore. And in 2012 occupied the highest position in the world of facebook users.  
  • Tanah Abang market is the center of the largest textile and apparel sales in Asia.

that is, Indonesia is so rich and have a lot of uniqueness, may also still a lot of other uniqueness still extant and yet to be revealed. I really hope and pray always, Indonesian people are able to maintain and preserve and develop natural resources and other potential Indonesian owned. amiiiiinnnnn.
hopefully useful, wassalamu'alaikum.
»»  Lanjutkan...!!!

Bergelut Dalam Kemelut Takhta Dan Angkara

 Assalamu'alaikum Sobat, cerita hari ini, jam setengah 6 tadi pagi saya baru memejamkan mata setelah menunaikan kewajiban. Mumpung lagi libur, jadi bisa begadang semaleman. hehehehe...
Tapiiii.... nasib bujangan , cucian numpuk seabreg, masih belum ada yang nyuci'n. xixixixixi.. dengan sangat terpaksa jam 10 saya harus segera menyelesaikannya kalo besok pagi ga mau kerja ga pake baju. hehehe... mohon do'a yah sobat, biar status saya  bisa cepat berubah.. ahay..
halah... kok jadi curhat sich, ga bener nich...

Kembali ke materi postingan hari ini... lanjutan dari posting sebelumnya tentang Gajah Mada, kali ini seri yang kedua "Bergelut Dalam Kemelut Takhta Dan Angkara", buku seri kedua ini menceritakan bagaimana perebutan kekuasaan dan intrik-intrik politik di tataran elite yang
akhirnya menjebak rakyat yang tidak berdaya menjadi korban ternyata bukan persoalan aktual yang baru muncul sebagai persoalan manusia modern. Bahkan berabad yang lalu, ketika Majapahit dengan megah bertakhta di tanah Jawa, konspirasi politik tingkat tinggi pun telah dengan kompleks menjadi bagian realitas kehidupan di dalamnya.

Makar Ra Kuti berhasil diberangus. Waktu telah berlalu sembilan tahun hingga luka-luka yang ditimbulkan akibat nafsu kuasa yang tak terkendali dari para Dharmaputra Winehsuka dapat disembuhkan dan kesejahteraan kawula dipulihkan. Akan tetapi, lakon Gajah Mada masih sangat jauh dari tuntas. Karena godaan kekuasaan yang menyebabkan rusaknya tatanan, sekali lagi terjadi, memupus perjalanan hidup
Jayanegara dan kembali membenamkan Gajah Mada ke dalam arus deras perebutan kekuasaan atas singgasana Majapahit.

Sungguh, ternyata tidak jauh berbeda masalah yang akan kita hadapi apabila telah dihadapkan dengan takhta dan kekuasaan, Saya berlindung kepadam-Mu yaa Robb, apabila suatu saat nanti Kau berikan hamba kekuasaan maka jangan Kau gelapkan hati hamba hingga hamba terpeleset dalam keburukkan. amiiinnnn. ( sambil berdoa gapa2 kan? hehehe...)

Satu lagi kisah yang sangat saya kagumi adalah kesetiaan, ketulusan, dan kesungguhan cinta yang di milikki oleh Diah Menur kepada suaminya Raden Kudamerta. sungguh mengharu biru.. hehehe.. lebay...
ah rasanya terlalu panjang saya bercerita, jika Sobat sekalian penasaran, lansung saja klik link downloadnya disini.
untuk pass rar nya masih sama seperti kemarin, alamat blog ini tanpa "http://".
Semogga sobat sekalian terhibur dan bisa mengambil pelajaran setelah membaca novel ini. ammmmiiiiiinnn.
semoga bermanfaat, wassalamu'alaikum.
»»  Lanjutkan...!!!

Novel Gajahmada

Assalamu'alaikum sobat, agan , kawan, teman, dan lain-lain...
masih seputar Bhayangkara, saya posting salah satu novel yang menjadi inspirasi nama blog ini...
Sedikit kutpan dari novel GajahMada karangan Langit Khresna Hariadi

"Gajahmada bertambah tegang saat mendengar isyarat-isyarat
tertentu yang tidak lazim. Ada yang berdesis dan dijawab dengan siulan
kecil. Bahkan, suara jari yang dijentikkan dengan jempol tangan. Sebagai
orang yang mengenyam dunia telik sandi, Gajahmada sangat yakin ada
makna tertentu di balik isyarat tidak wajar itu.
Namun, Bekel Gajahmada tetap diam dan menunggu
perkembangan.
Sebenarnyalah memang ada salah seorang dari Bhayangkara yang
berusaha mendekati Jayanegara. Gerakannya memang tidak menarik
perhatian bagi yang lain, tetapi benar-benar harus diperhatikan dengan
cermat oleh Bekel Gajahmada.
Akhirnya, orang itu makin dekat, bahkan sampai di belakang Bekel
Gajahmada. Pimpinan pasukan Bhayangkara itu tidak mau
mempertaruhkan keadaan. Tanpa banyak bicara, Gajahmada tiba-tiba
mengayunkan tangannya membenamkan kerisnya ke tubuh Bhayangkara
itu. Terdengar sebuah jerit kemudian disusul oleh tubuh terjengkang.
”Berhenti semua!” teriak Gajahmada.
Pasukan kecil itu berhenti.
”Ada apa?” bertanya Jayanegara.

”Ada apa, Kakang Bekel?” terdengar lagi sebuah pertanyaan dari
belakang.
Keris yang dipegang Bekel Gajahmada ternyata memang sangat
beracun. Ayunan yang dilakukan Bekel Gajahmada dengan telak
menenggelamkan keris itu tepat ke dada menembus jantung korbannya.
Tubuh celaka yang terkena keris itu terjerembab bersandar dinding dan
hanya membutuhkan waktu yang amat singkat untuk mati.
”Ada apa Gajahmada?” kembali Jayanegara yang sangat cemas
bertanya.
”Ada pengkhianat di antara kami, Tuanku,” jawab Gajahmada
dengan tegas, ”hamba sudah lama mengetahui bahwa memang ada
pengkhianat di antara pasukan Bhayangkara, tak malu-malunya menjadi
kaki tangan Ra Kuti. Hal ini menyedihkan dan mengecewakan sekali.”
Lorong bawah tanah itu mendadak menjadi hening. Tak ada
seorang pun yang berbicara. Gagak Bongol yang membawa lentera
bergegas berbalik untuk memeriksa siapa yang telah menjadi pengkhianat
itu. Lentera yang nyaris padam itu ternyata masih bisa menerangi raut
wajah pengkhianat yang mati ditikam keris Gajahmada.
Gagak Bongol terbelalak.
”Gila!” desis Gagak Bongol. ”Panji Saprang?”
Ucapan Gagak Bongol mengagetkan. Para Bhayangkara yang
mengiring Jayanegara terhenyak, tersentak kaget oleh kenyataan yang
tidak terduga itu. Bagi Gajahmada, sangat sulit membayangkan Panji
Saprang ternyata pemberontak. Entah bujukan macam apa yang telah
menjerumuskan Panji Saprang hingga bersedia menjadi kaki tangan Ra
Kuti. Apa yang telah terjadi itu menjadi renungan bagi semua yang berada
di lorong bawah tanah itu. Semua memahami, mengapa Panji Saprang
mau berkhianat terhadap negara".


Untuk download file pdf nya silahkan klik disini
Oya, untuk download di 4shared, sobat harus login dulu, kalobelum punya akun, silahkan daftar dulu, gratis kok daftarnya.hehehe... ribet yah...
Untuk pass file zipnya alamat blog ini tanpa "http://"

semoga menambah wawasan kita tentang sejarah negara kita dan betapa indahnya mengetahui sejarah negara kita sendiri.
semoga bermanfaat, wassalamu'alaikum.
»»  Lanjutkan...!!!

oh Pak Dahlan Iskan. I Love You Full pokok'e....!!!!

 Assalamu'alaikum sobat, dapet forward email dari kawan, insyaAllaah bermanfaat kalau saya posting. hehehe..
Seru euy, dan saya rasa perlu diperbanyak orang-orang seperti Pak Dahlan ini...

Rabu, 21 Maret 2012 , 08:20:00
Don Kardono
Mending, Cuma Lempar Kursi
MENEG BUMN Dahlan Iskan ngamuk! Lempar kursi di pintu tol Semanggi! Lalu membebaskan mobil masuk tol tanpa bayar! Alias gratis. Musababnya, terlalu panjang antre di depan pintu tol hingga 30 mobil" Terlalu lama pelayanan pembayaran di gerbang tol. Dari 4 gerbang, hanya satu yang berfungsi dengan petugas manual, dan satu GTO – gerbang tol otomatis. Dua loket lainnya kosong, tanpa petugas, tidak dibuka.

Kebetulan, pagi itu, Mercedes Benz L-1-JP S-500 hitam lewat. Pasti, dia juga merasakan dampak buntut panjang antrean itu. Saya bisa membayangkan, bagaimana Dahlan Iskan keluar mobil. Dengan kets dan baju putih lengan panjangnya. Lalu ngomel-ngomel pada petugas tol. Terus, tidak ada yang berani menjawab. Lalu, mengecek sendiri ke loket pembayaran tol, tidak ditemukan petugas.

Wow, intonasinya pasti tambah kencang! Kursi di loket pun “dideportasi”.  Dianggap tidak berguna! Lalu dia atur lalu lintas sendiri, sambil memastikan antrean tidak boleh lebih dari lima mobil di semua pintu tol, seperti pesan dia kepada jajaran direksi PT Jasa Marga yang baru.

Pasti serem, gaduh, tegang suasana pagi itu. Di BBM Group, Facebook, Twitter, dan berita news up date di beberapa dot.com juga ikut heboh. Yang saya heran, ini ada “orang ngamuk” kok malah pada senang? Itu kan sama halnya dengan, menari di atas penderitaan orang lain? “Marah” kok malah dijadikan tema diskusi publik yang tak habis-habis sampai sore. “Marah” kok jadi bahan canda dan tawa?  Puluhan kawan yang foreward pesan itu ke HP saya.

“Ngamuknya” Dahlan Iskan keren! “Ngamuknya” kreatif! Hah? Coba, darimana rumus logika yang bisa menyambungkan makna kata “mengamuk” dan “keren”" Darimana cara menjelaskan koneksitas antara “ngamuk” dan “kreatif”? Dua kata yang nyaris bersifat resiprokal dan paradoks. Mengamuk itu identik dengan sikap emosional, kata-kata pedas, bahkan menjurus kasar, bernada tinggi dan meledak-ledak. Sedang “keren” itu hal yang positif, bagus, menarik, menyenangkan. Mana ada kata-kata ketus yang menyenangkan" Yang pedas dan nikmat, itu hanya rujak uleg atau rawon setan saja.

Ada juga yang bilang: “Biar kapok loe, Direksi Jasa Marga! Ganti saja kalau malas bekerja dan tidak serius!” Waduh, kali ini sudah satu level lebih tinggi dalam memaknai “ngamuk”nya Dahlan Iskan. Rupanya “ngamuk” itu bisa menyetrom orang lain, bahkan bisa memprovokasi mereka untuk ikut-ikutan bersikap “ngamuk”. Rupanya, “ngamuk” itu semacam virus berbahaya yang bisa mewabah dan menular dengan cepat melalui BBM.

Kekagetan publik melihat ngambek, ngomel dan ngamuk ala Dahlan Iskan itu, bisa saya dimengerti. Banyak orang awam yang tidak yakin, bahkan seperti bermimpi saja, seorang menteri secara vulgar melempar kursi ke luar gardu, lalu mengatur lalulintas sendiri. Kurang kerjaan banget. Cara marah dengan melempar kursi itu sebenarnya hanya satu level terbawah yang biasa dilakukan mantan Dirut PLN ini. Orang bisa saja mengira, marah kok punya gaya.

Bagi saya yang sudah hampir 20 tahun bekerja di Group Jawa Pos, dan juga kawan-kawan yang sudah lama mengenal Dahlan, tentu sudah kenyang dengan cara ngamuknya yang amat khas. Pernah, di ruang redaksi Jawa Pos Graha Pena Surabaya, di lantai empat, di toilet pria dia temukan putung rokok. Bukan main marahnya! Sampai satu minggu penuh, toilet pria dia segel! Artinya, kalau kru redaksi hendak ke toilet harus numpang di ruangan yang berbeda.

Dia tulis sendiri, dia segel sendiri, dia lem sendiri di pintu. “Toilet Disegel!” sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kru redaksi pun saling melempar kesalahan, meskipun tidak ada yang berani mengakui siapa “biang kerok”-nya yang merokok di toilet. Sejak itu, toilet tidak lagi dipakai untuk merokok. Apalagi membuang putungnya.

Masalah putung rokok, juga pernah merepotkan seluruh awak redaksi di kantor Karah Agung, Surabaya. Kala itu, ada smoking area di antara masjid dan ruang pra cetak Jawa Pos. Orang biasa menghisap tembakau bakar di situ. Dia tidak anti, tidak melarang merokok, tapi juga tidak pro rokok. Tetapi, gara-gara ada yang buang putung sembarangan, maka semua orang yang ada di situ, ---tidak peduli yang merokok maupun yang tidak---, diwajibkan kerja bakti memunguti putung, bekas korek api, dan bungkus rokok yang berserakan di seluruh lingkungan.

Mengapa yang bukan perokok juga dikenai sanksi? “Karena membiarkan temannya berbuat buruk dan merusak kesehatannya!” jawab Dahlan, saat ditanya. Membiarkan orang lain “terjerumus” itu termasuk dosa! Termasuk pelanggaran, dan harus turut menanggung risikonya!

Dia juga pernah melempar komputer di lantai yang sama. Gara-garanya kesalahan editing, kesalahan redaksi. Dia banting komputer di depan orang yang membuat kesalahan yang dinilai fatal itu. Tentu, sebelumnya diawali dengan suara keras, intonasi keras, dan tatapan mata yang tajam.

Itu masih belum seberapa! Saat berkantor di Karah Agung Surabaya, pintu masuk kantor kami ada deretan telepon umum. Sekitar tahun, 1995, Dahlan masih mengendarai Isuzu Panther putih bernopol L-10-NE. Hobinya memang menyetir, ngebut, cepat sampai tujuan, dan zero accident. Banyak orang umum yang telepon di situ, dan memarkirkan kendaraanya sembarangan. Terkadang menutup akses masuk, yang amat merepotkan.

Padahal, lokasi telepon umum itu bersebelahan dengan jalan masuk ke kantor dan ruang satpam. Dan, berkali-kali satpam sudah diingatkan, agar posisi parkir sepeda motor yang hendak telepon itu diatur yang rapi! Ibarat penyakit kambuhan, masih saja parkirnya asal dan menutup akses. Suatu ketika, Dahlan sengaja menyerempetkan mobilnya itu ke kerumunan sepeda motor sampai terjatuh. Berapa pun biaya perbaikannya dijamin, tetapi message-nya adalah jaga kerapian, jaga kedisiplinan, tegakkan aturan dan tegur yang salah. Jangan dibiarkan, karena mereka akan bertambah liar.

Ah, masih ada 1001 macam cara marah Dahlan Iskan. Di berbagai kasus, di berbagai daerah, di berbagai level manajemen yang berbeda, reaksi marahnya juga berbeda. Kontekstual dan spontan. Karena itu, Ary Ginanjar Agustian, yang kemarin siang berkunjung ke redaksi INDOPOS menyebut, sosok Dahlan Iskan itu sebagai authentic leadership!

“Ciri seseorang memiliki Authentic Leadership adalah spontanitas dan berkecepatan tinggi. Konsep decision making dalam leadership model ini sangat cepat, karena dia bukan saja dituntun oleh pikirannya, tetapi juga oleh intuisinya. Dan, intuisi atau mata hati mampu melihat 70 kali lebih cepat dibandingkan dengan mata kepala. Seorang authentic leader percaya dengan hatinya,” komentar Presdir ESQ 165 yang sudah eksis sejak 2001 ini.

Nah loe! Masih mending hanya melempar kursi di gerbang tol Semanggi. Masih untung, bukan mengganti kursi direksi! (*)


(*) Penulis adalah Pemimpin Redaksi-Direktur INDOPOS, Wadir Jawa Pos.
»»  Lanjutkan...!!!